Japan Basics
Hal-hal kecil yang bikin liburan ke Jepang makin seru
Beberapa kata bahasa Jepang, etika sederhana, dan cerita di baliknya. Nggak perlu sempurna kok — orang Jepang udah senang banget kalau kamu mau mencoba!
✦ Etika Jepang Hari Ini
Video call di luar aja, ya
Di dalam restoran, kafe, dan toko, orang-orang nelepon singkat dan pelan. Kalau mau video call sama teman di rumah, keluar dulu, ya.
Kenapa, sih?Sama kayak di kereta, ini soal berbagi ruang — biar semua orang bisa makan atau belanja dengan tenang.
Tips dari editor kami di Jepang
Ganti tiap hari — ini etika yang paling diperhatiin orang di Jepang.
Say it in Japanese
Yuk, coba ngomong bahasa Jepang
こんにちは
Konnichiwa
Halo / Selamat siang
Kapan dipakai: Sapaan sehari-hari dari siang sampai sore.
おはようございます
Ohayō gozaimasu
Selamat pagi
Kapan dipakai: Pagi-pagi — di hotel atau kafe yang kamu mampirin.
こんばんは
Konbanwa
Selamat malam
Kapan dipakai: Pas ketemu orang di malam hari.
ありがとうございます
Arigatō gozaimasu
Terima kasih
Kapan dipakai: Cara sopan buat bilang makasih — ke staf toko, pelayan, atau siapa aja yang udah bantu kamu.
すみません
Sumimasen
Permisi / Maaf / Terima kasih
Kapan dipakai: Kata paling serbaguna di Jepang! Bisa buat manggil pelayan, permisi lewat di kereta, atau bilang makasih buat hal kecil.
✦ Tahu nggak?Orang Jepang sering bilang “sumimasen” sebagai ganti “terima kasih” kalau ada yang bantu hal kecil — misalnya nahanin pintu.
いただきます
Itadakimasu
Diucapkan sebelum makan
Kapan dipakai: Satukan kedua tangan sebelum suapan pertama. Ini cara bilang terima kasih atas makanannya.
ごちそうさまでした
Gochisōsama deshita
Terima kasih atas makanannya
Kapan dipakai: Habis makan — ucapin ke staf pas mau pulang, biasanya kamu bakal dibalas senyum lebar!
これください
Kore kudasai
Yang ini, ya
Kapan dipakai: Sambil nunjuk menu atau barang yang kamu mau.
いくらですか?
Ikura desu ka?
Berapa harganya?
Kapan dipakai: Di pasar dan toko.
お会計お願いします
Okaikei onegaishimasu
Minta bonnya, ya
Kapan dipakai: Pas kamu udah siap bayar di restoran.
トイレはどこですか?
Toire wa doko desu ka?
Toiletnya di mana?
Kapan dipakai: Kepake di mana aja — stasiun, toko, dan restoran.
大丈夫です
Daijōbu desu
Nggak apa-apa / Nggak usah, makasih
Kapan dipakai: Cara halus buat nolak — misalnya pas kamu nggak butuh kantong belanja di kasir.
Manners
Etika di Jepang
Teleponnya nanti aja, ya[1]
Ngobrol pelan-pelan boleh, tapi nelepon biasanya dihindari di kereta dan bus. Ubah HP-mu ke mode senyap (di Jepang namanya “manner mode”) dan chat aja dulu.
Kenapa, sih?Kereta itu ruang bareng yang tenang — banyak orang istirahat, baca, atau tidur di perjalanan ke kantor atau sekolah.
Biarin penumpang turun dulu[1, 5]
Tunggu di samping pintu dan biarin penumpang turun dulu sebelum kamu naik. Kursi prioritas itu buat lansia, ibu hamil, dan penyandang disabilitas, ya.
✦ Tahu nggak?Kadang ada tas yang pakai gantungan kecil namanya “Maternity Mark”. Ini dipakai ibu hamil dan ibu menyusui — kalau lihat di kereta, coba tawarin tempat duduk, ya.
Gerbong khusus wanita di jam sibuk pagi[5]
Di beberapa jalur, ada gerbong khusus wanita di jam sibuk pagi — di Tokyo Metro, dari kereta pertama sampai sekitar jam 9.30. Anak usia SD ke bawah, serta penumpang penyandang disabilitas dan pendampingnya, juga boleh naik. Lihat tanda “Women Only” di tempat antre di peron; jam dan gerbongnya beda-beda di tiap jalur.
Kenapa, sih?Kereta di jam sibuk Jepang bisa padat banget, jadi gerbong ini bikin wanita dan anak-anak bisa pergi dengan lebih tenang.
Eskalator: berdiri diam dan pegangan, ya[4]
Mungkin kamu bakal lihat orang di Tokyo berdiri di sisi kiri dan orang di Osaka di sisi kanan, terus sisi satunya buat yang jalan. Tapi perusahaan kereta di seluruh Jepang kini meminta semua orang berdiri diam dan memegang pegangan — mulai 21 Juli 2026, 58 operator kereta dan kelompok lain di seluruh Jepang menjalankan kampanye bersama “Berdiri Diam, Jangan Berjalan”.
Kenapa, sih?Ada aja orang yang jatuh atau nabrak orang lain pas jalan atau lari di eskalator. Lagian, ngosongin satu sisi bisa bahaya buat orang yang cuma bisa pegangan di satu sisi.
Ucapkan “itadakimasu” sebelum makan[1, 10]
Bilang “itadakimasu” sebelum makan dan “gochisosama” setelah selesai. Kalau makan bareng, biasanya semua nungguin sampai makanan semua orang datang dulu.
Kenapa, sih?“Itadakimasu” adalah ungkapan terima kasih kepada makhluk hidup yang menjadi makananmu dan kepada orang-orang yang menyiapkannya.
Sumpit: ditaruh, jangan ditancap[10]
Jangan tancapkan sumpit tegak di mangkuk nasi, dan jangan oper makanan dari sumpitmu ke sumpit orang lain. Kalau lagi berhenti makan, taruh di sandaran sumpit (hashioki) kalau ada.
Kenapa, sih?Banyak pantangan sumpit berkaitan dengan upacara pemakaman. Di Jepang, semangkuk nasi dengan sumpit yang ditancapkan dipersembahkan untuk orang yang meninggal, dan setelah kremasi, keluarga memindahkan tulang dari sumpit ke sumpit.
Nyeruput mi? Boleh, kok![1, 10]
Di kedai mi, nyeruput itu biasa aja — tapi kamu juga nggak harus ikutan.
Kenapa, sih?Katanya, cara ini bikin mi yang panas banget jadi lebih adem dan rasanya makin kerasa.
Sushi: celupkan ikannya, bukan nasinya[1]
Sushi boleh dimakan pakai sumpit atau tangan. Celupin bagian ikannya ke kecap asin, bukan nasinya. Di sushi ban berjalan suasananya lebih santai; di restoran sushi mewah sedikit lebih ketat.
Handuk basah itu buat tangan[10]
Pakai oshibori (handuk basah) buat ngelap tangan, bukan muka, ya.
Parfumnya tipis-tipis aja pas makan di luar
Di restoran sushi, restoran Jepang, dan upacara minum teh, banyak orang Jepang pakai wewangian tipis banget atau malah nggak pakai sama sekali.
Kenapa, sih?Makanan dan teh Jepang aromanya lembut, jadi wangi yang kuat bisa ngubah rasa makanannya — buat kamu dan orang di sebelahmu.
Tips dari editor kami di Jepang
Video call di luar aja, ya
Di dalam restoran, kafe, dan toko, orang-orang nelepon singkat dan pelan. Kalau mau video call sama teman di rumah, keluar dulu, ya.
Kenapa, sih?Sama kayak di kereta, ini soal berbagi ruang — biar semua orang bisa makan atau belanja dengan tenang.
Tips dari editor kami di Jepang
Nggak perlu kasih tip[2]
Kasih tip itu nggak umum di Jepang — di restoran, kafe, bar, taksi, maupun hotel. “Arigatō gozaimasu” yang tulus udah jadi ucapan terima kasih terbaik!
Kenapa, sih?Kalau mau berterima kasih ke pemandu pribadi, ada kebiasaan namanya kokorozuke (“dari hati”): masukin uang ke amplop dan kasih dengan sopan. Tapi ini sama sekali nggak wajib.
Ada lantai yang lebih tinggi? Lepas sepatu![1]
Lepas sepatu di pintu masuk rumah, juga di banyak restoran gaya Jepang, kuil, dan pemandian air panas. Kalau masuk ke rumah orang, bilang “ojamashimasu” (“permisi, maaf mengganggu”) — manis banget, deh!
Bungkuk kecil, bukan pelukan[1]
Pelukan, cium pipi, dan jabat tangan nggak umum buat salam. Bungkuk kecil yang sopan cocok hampir di mana aja.
✦ Tahu nggak?Pas orang membungkuk waktu ketemu, kamu bakal sering dengar “yoroshiku onegaishimasu”. Ungkapan ini nggak ada terjemahan yang pas — kira-kira artinya “mohon bantuannya, makasih sebelumnya.”
Mandi dulu sebelum berendam[3]
Duduk di area pancuran dan bersihin badan dulu sebelum masuk kolam. Handuk kecilnya jangan dimasukin ke air, dan rambut panjang diikat, ya.
Kenapa, sih?Kolamnya dipakai bareng-bareng, jadi itu tempat buat berendam — bukan buat bersih-bersih badan.
Punya tato? Cek dulu[3]
Banyak onsen masih belum ngebolehin tamu bertato. Tanya dulu ke pengelolanya sebelum datang, atau pilih pemandian pribadi (kashikiri-buro).
Makan di tempat belinya[11]
Di pasar dan jalan belanja yang ramai, nikmatin jajananmu di toko atau area makan, bukan sambil jalan. Misalnya, Tsukiji Outer Market minta pengunjung makan di area yang udah disediain.
Kenapa, sih?Jalanan yang ramai itu sempit, jadi cara ini bikin baju orang dan barang di toko tetap bersih.
Rusa Nara: cuma boleh dikasih kerupuk rusa, ya![6, 7, 8, 9]
Di Taman Nara, satu-satunya makanan yang boleh diberikan kepada rusa adalah shika senbei, kerupuk khusus yang dijual di sekitar taman. Jangan beri roti, camilan, buah, atau makanan manusia lainnya, dan jangan biarkan rusa memakan kertas atau plastik. Kalau nggak bawa kerupuk, tunjukin kedua tanganmu yang kosong, biasanya rusanya bakal pergi. Rusa itu hewan liar, jadi hati-hati kalau bawa anak kecil dan sama rusa jantan, ya.
Kenapa, sih?Rusa Nara sejak lama dianggap sebagai utusan para dewa — menurut legenda, dewa Kasuga Taisha datang dengan menunggang rusa putih — dan dilindungi sebagai Monumen Alam. Makanan manusia dan sampah bisa membuat mereka sakit bahkan mati.
✦ Tahu nggak?Pada Juli 2026, ada 1.687 rusa di Taman Nara — rekor tertinggi. Menurut kelompok pelindung rusa setempat, salah satu alasannya adalah orang-orang yang memberi sayuran dan sisa makanan: rusa yang lebih bergizi kini melahirkan setiap tahun, dan makin banyak rusa keluar dari taman untuk memakan kebun warga.
Bawa kantong kecil buat sampah
Tempat sampah umum agak susah dicari di Jepang. Bawa kantong kecil dan buang sampahnya di hotel aja.
Tips dari editor kami di Jepang
Sumber
(11)
- Japanese Manners: Do's and Don'ts (JNTO)
- Tipping in Japan (JNTO)
- Onsen Hot Springs — On Tattoos and Etiquette (JNTO)
- Escalator “Stand Still, Don't Walk” campaign, 2026 (Tokyo Metro, in Japanese)
- Things to Consider When Riding the Subway (Tokyo Metro)
- Nara's Sacred Deer (Official Nara Travel Guide)
- 奈良の鹿の現状と課題(奈良の鹿愛護会、日本語)
- 頭数調査(奈良の鹿愛護会、日本語)
- 奈良公園のシカ、過去最多1687頭(共同通信、2026年7月16日、日本語)
- Japanese table manners (Tabelog)
- The Tsukiji Outer Market — Official Website
Dicek 2 November 2026.