Langsung ke konten utama
MIRAVINAJAPAN
Bahasa: ID
WisataPanduan

Panduan Muslim Liburan ke Jepang: Makanan Halal, Tempat Salat, dan Sumber Resmi

Terbit Tim Editor MIRAVINA

Gambar sampul bertuliskan "Panduan Muslim Liburan ke Jepang" dengan latar bokeh biru yang lembut

Gambar: Dibuat oleh MIRAVINA

Mau liburan ke Jepang dan perlu makanan halal serta tempat salat? Di Jepang nggak ada badan pusat untuk sertifikasi halal, jadi perlu cek sendiri. Panduan ini merangkum info dari sumber resmi: yang perlu diwaspadai di makanan, tempat salat di bandara, dan daftar resmi yang bisa kamu pakai.

Sertifikasi halal di Jepang

Menurut organisasi pariwisata nasional Jepang (JNTO), di Jepang tidak ada badan pusat untuk akreditasi halal. Restoran yang menyebut dirinya ramah halal juga belum tentu punya dapur khusus halal. Jadi, sebaiknya tanyakan langsung.

Bahan yang perlu diwaspadai

JNTO menyebut hal-hal berikut. Bahan ini sering nggak kelihatan dari tampilan makanannya, jadi jangan menebak dari namanya saja ya.

  • Sake masak dan mirin dipakai di banyak masakan
  • Miso bisa mengandung alkohol, kecuali yang berlabel 無添加 (mu-ten-ka)
  • Gelatin dan lemak hewani seperti mentega bisa ada di roti, camilan, dan makanan manis
  • Sebagian besar restoran di Jepang menjual minuman beralkohol
  • Supermarket biasa umumnya tidak menjual produk halal. Produk bersertifikat halal kebanyakan berupa daging beku dan bumbu

Kalimat bahasa Jepang buat bertanya

  • Apakah ada daging babi? 豚肉は入っていますか? (Butaniku wa haitte imasu ka?)
  • Apakah pakai alkohol atau mirin? お酒やみりんは使っていますか? (Osake ya mirin wa tsukatte imasu ka?)
  • Apakah ada menu halal? ハラールメニューはありますか? (Harāru menyū wa arimasu ka?)

Daftar resmi buat cari makanan halal

Di daftar Kyoto, artinya beda-beda: "Halal" berarti semua makanannya halal. "Muslim Friendly" punya menu halal khusus, tapi menu biasanya bisa berisi bahan non-halal. "Muslim Welcome" tidak punya menu halal terpisah, dan "Pork-Free" bisa memakai perasa beralkohol. Baca definisinya di halaman resmi ya.

Tempat salat di bandara

  • Narita, Terminal 1: Central Building 3F (sebelum pemeriksaan keamanan) dan 2F (setelah pemeriksaan, penerbangan internasional)
  • Narita, Terminal 2: Main Building 1F (sebelum dan setelah pemeriksaan, penerbangan internasional)
  • Narita, Terminal 3: Main Building 2F (sebelum pemeriksaan) dan 3F (setelah pemeriksaan, penerbangan internasional)
  • Haneda, Terminal 2: 3F internasional (sebelum pemeriksaan) dan 2F internasional (setelah pemeriksaan)
  • Haneda, Terminal 3: 3F (sebelum pemeriksaan). Terminal 1 tidak punya ruang salat
  • Kansai, Terminal 1: lantai 3 dan area gerbang internasional. Ruang salat dan wudu dipisah laki-laki dan perempuan

Ruang di Haneda punya fasilitas untuk bersuci. Situs Narita tidak menyebut fasilitas wudu, jadi tanyakan di bandara kalau perlu. Lokasi bisa berubah, jadi cek halaman resminya sebelum terbang.

Tempat salat dan masjid di kota

JNTO menyebut ruang salat dan masjid kebanyakan ada di kota besar. Untuk Kyoto, situs resminya punya daftar tempat salat beserta syaratnya, misalnya Masjid Kyoto dan Kastil Nijo. Untuk Tokyo, lihat panduan resmi di atas.

Tokyo Camii, masjid di Tokyo, buka untuk pengunjung setiap hari jam 10.00–18.00 (kunjungan umum hari Jumat mulai 14.00). Pakaian harus sopan, dan perempuan wajib memakai kerudung di ruang salat. Selama salat berjamaah, sebagian area bisa ditutup sementara.

Penginapan

JNTO menyebut sebagian hotel, kebanyakan di kota besar, menyediakan sajadah dan penunjuk arah kiblat. Saat memesan, tanyakan langsung ke hotelnya. Untuk Kyoto, ada daftar hotel di situs resmi.

RelatedLiburan Musim Dingin ke Kyoto 2026–27: Cuaca, Tempat Menginap & Info Halal

Bagikan ke teman

Sumber

(10)